Surabaya, Spemnas.sch – Ada yang berbeda dalam gelaran Pawai Tarhib Ramadhan SMP Muhammadiyah 16 Surabaya (Spemnas) kali ini. Sesuai Pawai, kegiatan berikutnya adalah melakukan aksi nyata berbagi kebahagiaan melalui program Jumat Berkah dengan membagikan ratusan nasi bungkus kepada warga, Jumat (13/2/2026).

Aksi simpatik ini menyasar para pengayuh becak, petugas kebersihan, hingga pengendara ojek online yang melintas sekitar sekolah.

Edukasi Empati Sejak Dini

Kegiatan berbagi ini merupakan bagian dari penguatan karakter siswa. Pihak sekolah ingin mengajarkan bahwa menyambut Ramadhan bukan hanya soal kesiapan fisik untuk lapar dan dahaga, tapi juga melatih kepekaan sosial.

Kepala SMP Muhammadiyah 16 Surabaya, Adib Adam,S.Pd menyatakan bahwa nasi bungkus yang dibagikan berasal dari seluruh siswa baik kelas 7,8 maupun 9.

“Kami ingin anak-anak belajar bahwa kebahagiaan itu berlipat ganda saat kita berbagi. Melalui nasi bungkus ini, kami menyampaikan pesan bahwa keluarga besar Muhammadiyah hadir dan peduli terhadap sesama, terutama menjelang bulan suci,” jelasnya.

Antusiasme Penerima Manfaat

Hanya dalam waktu singkat, sekitar 340 paket nasi bungkus ludes dibagikan oleh para siswa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Spemnas. Para siswa tampak antusias menghampiri warga yang sedang bekerja di pinggir jalan dengan senyum ramah.

Alvino Caeco salah satu anggota IPM turut senang bisa ikut berbagi dalam kegiatan Jumat Berkah ini. “Senang banget habis ini puasa dan masih bisa berbagi makanan kepada masyarakat sekitar sebelum puasaan” Ujarnya.

Pak Sholeh, seorang pengayuh becak yang sedang mangkal di pojok jalan, mengaku sangat terbantu.

“Alhamdulillah, rezeki di hari Jumat. Tadi dikasih nasi sama anak-anak SMP Muhammadiyah 16. Semoga sekolahnya makin berkah dan murid-muridnya jadi anak sholeh dan sholeha,” tuturnya penuh syukur.

Mengetuk Pintu Langit

Aksi Jumat Berkah ini ditutup dengan makan bersama anggota IPM secara sederhana di lingkungan sekolah sebagai bentuk rasa syukur. Dengan perut yang kenyang dan hati yang senang, para siswa diharapkan lebih siap menyambut ibadah puasa dengan semangat ta’awu (tolong-menolong).

Kegiatan ini membuktikan bahwa syiar Islam bisa dilakukan dengan cara yang sangat membumi dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

(Dinda Oktiana)