Kegiatan Darul Arqam SMP Muhammadiyah 16 Surabaya (24/02)

Surabaya, Spemnas.sch – Semangat religiusitas menyelimuti atmosfer SMP Muhammadiyah 16 Surabaya dalam pelaksanaan kegiatan Darul Arqam yang digelar pekan ini. Mengangkat tema besar mengenai penguatan karakter, kegiatan ini menekankan betapa krusialnya peran akhlaqul karimah atau perilaku terpuji terhadap orang tua serta kepedulian terhadap lingkungan sebagai cerminan nyata dari seorang muslim yang kaffah.

Dalam sesi utama yang bertajuk “Mengetuk Pintu Langit Lewat Bakti”, para siswa diajak untuk melakukan refleksi mendalam mengenai hubungan mereka dengan orang tua. Pemateri menekankan bahwa prestasi akademik setinggi apa pun tidak akan membawa keberkahan hidup tanpa adanya rida dari ayah dan ibu. Melalui bimbingan yang menyentuh hati, siswa diajak mengingat kembali setiap tetes keringat dan pengorbanan orang tua, yang kemudian disusul dengan penekanan pada praktik adab sehari-hari, seperti penggunaan bahasa yang santun serta sikap rendah hati saat berinteraksi di dalam rumah.

 

Kepala SMP Muhammadiyah 16 Surabaya, Ustadz Adib Adam, S.Pd menegaskan bahwa Darul Arqam tahun ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah momentum transformasi perilaku bagi seluruh peserta didik. Beliau menyampaikan pesan mendalam bahwa perubahan nyata harus terlihat setelah kegiatan ini berakhir. “Kami berharap ada perubahan autentik dalam cara siswa menyapa orang tua mereka di pagi hari, sebagaimana mereka juga harus mulai mengubah cara mereka memperlakukan sampah di lingkungan sekolah,” tuturnya di hadapan para siswa.

Tak hanya fokus pada hubungan vertikal dan keluarga, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya kesalehan sosial melalui akhlak terhadap lingkungan. SMP Muhammadiyah 16 Surabaya bertekad mencetak generasi yang tidak hanya rajin beribadah secara ritual di masjid, tetapi juga memiliki kepekaan tinggi terhadap kebersihan dan kelestarian alam di sekitarnya. Hal ini selaras dengan ungkapan salah satu pemateri yang menegaskan bahwa seorang muslim yang baik adalah dia yang tangannya tidak merusak pohon, serta lisan dan perilakunya tidak menyakiti sesama makhluk, termasuk alam semesta.

Melalui internalisasi nilai-nilai tersebut, seluruh rangkaian Darul Arqam ini bertujuan untuk mengubah teori agama menjadi praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dengan melatih kedisiplinan dan kemandirian selama kegiatan, diharapkan rasa empati dan kasih sayang terhadap sesama makhluk ciptaan Allah dapat tumbuh subur di hati para siswa, sehingga mereka mampu menjadi teladan bagi lingkungan di mana pun mereka berada.

(Dinda Oktiana)